Puisi: Serpihan

Ohhh... Kamu yang ku anggap sebagai serpihan ragaku Aku tak peduli kalau itu hanya anggapan ku saja Aku pun tak peduli ocehan manusia, jin, ...

Cerpen: Tamu Bernama Sunyi

Setaranews.com - Di ruang tamu itu Bapak dan Mamak tengah duduk. Merenung-renung seperti sepasang burung yang kehilangan riang kicaunya. Su...

Puisi: Sehari Sebelum Aku Masuk Bui

Aku segera pulang Melepas segala risau dan kekhawatiran Menjemput selaksa kedamaian Membebaskan diri dari penderitaan Aku segera pulang Takk...

Puisi: Kosong

Kutumpahkan kesaktian langit Dikeluarkannya angin dengan lembut Pun kabut halus Untuk disampaikannya pada relung Ia pada kenangan sejalan de...

Puisi: Daun Gugur Tinggal Kenangan

Ohhh... Mawarku Tak sepanjang usiaku mengharapmu Tak setinggi gunung aku memintamu Ohhh... Mawarku Sepatah kata saja kau bilang merindu Cuku...

Diamku Adalah Suara

Aku yang menanti kepulangan sisa-sisa letihmu Berharap bisa  menghirup nafas yang lagi lagi tersengal oleh waktu Demi menuntaskan sebuah kar...

Puisi: Orang-Orang Cemas

Pada malam-malam singkat sepanjang bulan Agustus di tempat yang katanya religius Tapi moral terus tergerus Tiupan angin tetap terasa dingin ...

Puisi: Harapan Dalam Impian

Dikala petang menantang Kau selalu taburkan pucuk kerinduhan Mengemas tangis dalam gelora mu Dan alunan doamu selalu terkubur sebelum kau te...

Puisi: Bukan Kawan

Kawanku tidak mencoba mengambil rusukku Karena hanya anjing yang suka tulang Kawanku tidak memeras perlahan hartaku Karena hanya sapi yang b...

Puisi: Seperti Burung Kecil yang Murung

Kau seperti langit Menyerahkan diri untuk dinikmati tapi menolak untuk dimiliki Aku seperti burung kecil yang murung Bersusah payah merangsa...